Senin, 16 Januari 2012

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikamatan dan kebahagiaan. Bagi seorang muslim yang tebal imannya menganggap bahwa sebuah penderitaan atau musibah merupakan suatu ujian dari Tuhannya untuk dapat bersyukur dengan segala apapun itu dan meyakinkan diri bahwa di balik semua itu pasti ada jalan keluar dan tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang lebih berat dari yang dialaminya ( sesuai kemampuan).
penderitaan berasal dari dari kata derita dari bahasa sansekerta ( menahan atau menanggung). Penderitaan bisa berupa lahir dan batin. Selain itu penderitaan merupakan realitas dunia dan manusia, intensitas penderitaan bertingkat-tingkat ada yang bersifat berat ada juga yang ringan.
Penderitaan akan dialami oleh setiap manusia, tuhan memberikan kebahagiaan kepada setiap manusia tetapi juga memberikan kesedihan dan penderitaan yang dimaksudkan untuk menguji setiap manusia dan agar manusia sadar untuk tidak memanlingkan diriNya. Semua yang ada di dunia ini pasti berputar kadang mendapat kesenangan kadang juga mendapat penderitaan.
PENDERITAAN MANUSIA DAPAT DIPERINCI, sebagai berikut :
1. Perbuatan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan, azab Tuhan.
PENGARUH PENDERITAAN, Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun negatif. Sikap negatif ini bisa mendatangkan rasa penyesalan dalam dirinya karena tidak bahagia dan tidak punya gairah hidup.
CARA MENANGGULANGINYA, yaitu dengan bersikap positif : sikap optimis bahwa hidup bukanlah rangkaian penderitaann, melainkan perjuangan membebaskan penderitaan karena semua itu bagian dari suatu kehidupan.

Minggu, 15 Januari 2012

KONSEP KEADILAN

Keadilan merupakan suatu keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Karena tindakan yang hanya menuntuk hak dan melupakan kewajiban merupakan suatu Pemerasan. Sedang tindakan yang hanya menjalankan kewajiban tanpa menuntut hak akan berakibat mudah diperbudak. Jadi, Suatu keadilan adalah sesuatu kebutuhan yang mutlak karena menyembangkan hak dan kewajiban.
Keadilan banyak diproyeksikan pada sistem pemerintah, karena pemerintah merupakan pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
MACAM-MACAM KEADILAN :
1. Menurut sumbernya, yaitu :a). Keadilan individual, keadilan yang bergantung pada kehendak baik atau buruk masing-masing individu. b). keadilan sosial, keadilan yang pelaksanaannya bergantung pada struktur itu terdapat pada bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan ideologi.
2. Menurut Jenisnya, yaitu :a). Keadilan legal, terwujud apabila setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya dengan baik menurut kemampuannya. b). Keadilan distributif, apabila hal-hal yang sama diperlkukan secara sama begitupun sebaliknya. c). Keadilan kumulatif, terwujud apabila tindakannya tidak bercorak ekstrem sehingga merusak pertalian diantara masyarakat.
CIRI-CIRI NILAI KEADILAN : Tidak memihak, sama hak, sah menurut hukum, layak dan wajar, benar secara global.
AKIBAT KETIDAKADILAN : Kehancuran bagi dirinya, keluarga, perusahaan, masyarakat, bangsa dan akan terciptanya kezaliman.

PRASANGKA (PREJUDICE) DISKRIMINASI DAN INTEGRITAS MASYARAKAT

1. DEFINISI
a. Prasangka adalah kecenderungan untuk berenspons baik secara positif ataupun negatif terhadap orang, object, atau situasi.
sikap seseorang bisa diketahui setelah bertingkah laku, dalam sikap terkandung penilaian emosional berupa, suka, tidak suka, senang, sedih, benci,dsb.
b.Diskriminasi dapat diartikan sebagai sebuah perlakuan terhadap individu secara berbeda dengan berdasarkan pada gender, ras, agama, umur, atau karakteristik yang lain. Diskriminasi merupakan perilaku prejudice yang dilakukan secara nyata.
c.integrasi masyarakat dapat diartikan adanya kerjasama dari seluruh anggota masyarakat, mulai dari individu, keluarga, lembaga, dan masyarakat secara keseluruhan sehingga menghasilkan persenyawaan-persenyawaan berupa adanya konsensus nilai-nilai yang sama-sama dijunjung tinggi.
2. Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi :

a. berlatar belakang sejarah
b. dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional ( adanya mobilitas sosial dan konflik antar kelompok).
c. bersumber dari factor kepribadian
d. berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama

3. Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminai
a. Perbaikan kondisi sosial ekonomi
b. Perluasan kesempatan belajar
c. Sikap terbuka dan sikap lapang
4. Adapun komponen sikap meliputi :
a. Kognitif : artinya memiliki pengetahuan mengenai objek sikapnya,terlepas pengetahuan itu benar atau salah.
b. Afektif : artinya dalam bersikap akan selalu mempunyai evaluasi emosional (setuju-tidak setuju) mengenai objek sikapnya.
c. Konatif : artinya kecenderungan bertingkah laku bila bertemu dengan objek sikapnya, mulai dari bentuk yang positif (tindakan sosialisasi) sampai pada yang sangat aktif (tindakan agresif).
5. Prasangka dan Integrasi masyarakat
Integrasi masyarakat dapat diartikan adanya kerjasama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga dan masyarakat secara keseluruhan sehingga menghasilkan persenyawaan berupa adanya konsensus nilai-nilai yang sama dijunjung tinggi. yang akan terwujud mengendalikan prasangka yang ada di masyarakat agar tidak terjadi konflik.Dan Tumbuh integrasi masyarakat majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka.
6. Prasangka dan diskriminasi
Seseorang yang mempunyai prasangka rasial biasanya bertindak diskriminatif terhadap ras yang diprasangkanya. Tetapi dapat pula orang bertindak diskriminatif tanpa didasari prasangka,dan sebaliknya. Prasangka menunjukkan pada sikap sedangkan diskriminatif pada tindakan.

MANUSIA DAN CINTA KASiH

Cinta merupakan fitrah manusia dari sang kholiq.
Cinta kasih adalah sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.(menurut kamus bahasa indonesia, W.J.S Poerwadarminta).Perbedaannya cinta : rasa sangat suka atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. sedang kasih : perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan.Kasih sayang : perasaan sayang , perasaan cinta/perasaan suka pada seseorang.
Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
a). Cinta bersifat manusiawi
b). Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
c). Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta memiliki 3 tingkatan :
1. cinta tingkat tertinggi , yaitu cinta kepada Alloh SWT, Rosululloh dan Berjihad di jalan Alloh.
2. Cinta tingkat menengah , yaitu Cinta kepada orang tua, anak ,suami/istri dan kerabat dekat.
3. Cinta tingkat terendah, yaitu Cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Cinta ideal memiliki 3 unsur : Keterikatan, keintiman, kemesraan.
Untuk keutuhan cinta di tuntut : Rasa tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, pengertian, saling terbuka. (Hilang salah satu saja bisa meretakan cinta).
Macam-macam cinta kasih:
1. Cinta kasih antara orang tua dan anak.
2. Cinta kasih antara pria dan wanita.
3. Cinta kasih antara sesama manusia tercantum dalam Q.s alhujurat(49):10
4. Cinta kasih antara manusia dengan Tuhan (Q.S alimran :31)
5. Cinta kasih antara manusia terhadap lingkungannya.
Sedangkan benci adalah merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, enmiti atau antipati, untuk seseorang, sebuah hal, barang atau fenomena.
Muara sebuah cinta dalam hubungan cinta kasih dan sosial bermuara pada suatu pernikahan yang menciptakan hubungan sosial luhur ke arah perdamaian dunia.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN INDIVIDU

1. Manusia sebagai makhluk individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Manusia dikatakan menjadi individu apabila pola tingkah lakunya sudah bersifat spesifik didalam dirinya dan bukan lagi menuruti pola tingkahlaku umum.Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu.
2. Manusia sebagai makhluk sosial
Secara kodrati, manusia merupakan makhluk monodualistis, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai. Makhluk sosial merupakan makhluk yang saling berhubungan satu sama lain serta tidak dapat melepaskan diri dari hidup bersama.
3. Manusia sebagai makhluk politik
sebagai makhluk politik manusia selalu membutuhkan orang lain dan memiliki strategi dalam mempertahankan kehidupannya sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan. karena Alloh telah memberikan watak agresif yang alami bagi setiap makhluk. selain itu dengan politik manusia bisa merencanakan, menyusun strategi dalam bertindak.
4. Manusia sebagai makhluk ekonomi.
makhluk ekonomi bermakna sebagai makhluk yang selalu berusaha memenuhi kebutuhan hidup. Sebagai manusia tentu memilki kebutuhan yang banyak, untuk memnuhi kebutuhan tersebut tentu manusia berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya. Berbagai usaha pun di lakoninnya.Dalam memenuhi segala kebutuhan ekonominnya, manusia berusaha seoptimal mungkin untuk bisa memenuhi segala kebutuhan ekonomi. Kebutuhan ekonomi manusia ini disebut dengan kegiatan ekonomi.
5.Manusia sebagai Makhluk psikologi
Manusia sebagai mahluk psikologi artinya bahwa manusia mahluk yang unik, yang memiliki harmoni jiwa, cinta, benci, setres, jinak, lupa dan sebagainya yang membedakan dengan makhluk yang lainnya.
Manusia adalah insan bila dilihat dari sudut psikologisnya, insan dalam Bahasa Arab menunjukan manusia sebagi makhluk psikologi, kata insan tersebut terdiri dari tiga unsur
1. Uns bermakna mesra, harmonis, jinak, tampak
2. Nasa Yanusu bermakna terguncang, stres
3. Nasiya yang bermakna lupa
Hal tersebut tentunya kita rasakan, yang man mengandung kebenaran sebagai yang merasakan, karena banyak orang yang membuat alasan dengan kata "LUPA" hal tersebut membuktikan bahwa manusia adalah makhluk psikologi.
Ada dua bentuk kemungkinan yang dapat terjadi pada diri manusia
1. Manusia Baik (Manusia yang memiliki pandangan dan pedoman hidupnya baik sebagai makhluk individu, sosisl, politik, ekonomi dan yang lainnya.
2. Manusia Jahat (adalah kebalikan dari manusia baik yang tidak menyikapkan karakter manusia melainkan sesekali menginginkan sesuatu yang berunsur karakter hewan)

MENGAPA MBB-ISBD PERLU DIAJARKAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM?

Tujuan ISBD di ajarkan khusus nya di kalangan mahasiswa salah satu nya yaitu : Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat. Selain itu juga ada beberapa sebab lain yaitu :
1. LANDASAN HISTORIS
*dilihat dari unsur sejarahnya. Nenek moyang kita orang beragama terbukti dengan peninggalan sejarahnya.
*Memiliki warisan budaya dan peradaban tinggi. serta
* Bangsa indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, cinta damai, toleran, bergotong royong.
2. LANDASAN FILOSOFIS,hal ini berkaitan dengan:
* bangsa Indonesia memiliki falsafah hidup berupa pancasila yang terdiri dari lima sila yang isinya yaitu ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. LANDASAN YURIDIS FORMAL
* tercantum dalam uud 45 salah satunya : UUD 1945 Pasal 30 dan 31, UU NO. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.Kep.Mendiknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti, dll.
4. LANDASAN PEDAGOGIS
* Mewujudkan manusia indonesia seutuhnya, dengan cara diperlukan suatu proses secara terencana, terus – menerus dan berkesinambungan yang disebut dengan proses pendidikan.
* Bangsa yang memerlukan pewarisan pengetahuan, nilai religi, dan sosial budaya.
* serta perlu adanya sikap untuk mempertahankan jati diri bangsa yang beragama, berdaulat dan bermartabat.
PERSONALITY
personality adalah susunan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu. ciri-ciri watak seseorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas atau susunan unsur-unsur jiwa dan akal.
unsur-unsur personality :
a). Pengetahuan : segala sesuatu yang kita ketahui sebagai hasil penggunaan panca indra. Terdiri dari : 1. persepsi ( Seluruh proses akal manusia yang sadar). 2. Apersepsi( pengamatan secara sadar (penghayatan) tt segala sesuatu dl jiwanya (dirinya) sendiri yg menjadi dasar perbandingan serta landasan untuk menerima ide baru). 3. Pengamatan ( Suatu persepsi saat diproyeksikan berfocus pada hal yang lebih menarik pada bagian khusus). 4. Konsep (penggambaran abstrak).5. Fantasi( pengamatan, ada penggambaran yang dibesar-besarkan dan ditambah-tambah)
b). Perasaan : suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai keadaan positif atau negatif)
c). Drive (dorongan), terdiri dari: Dorongan mempertahankan hidup, sex, mencari makan, meniru, berbakti, keindahan.

Sabtu, 14 Januari 2012

stratifikasi sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
tujuan adanya stratifikasi ini agar bisa bersikap bijaksana dalam menilai orang. Ada nya stratifikasi sosial karena adanya sesuatu yang dihargai menurut pandangan masyarakat, dasar-dasar pembentukannya sbb : 1. Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya.
2. ukuran kekuasaan :Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan.
3. Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya.
4. Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan.